Bank Mandiri Layani Pembayaran Cukai serta Kepabeanan ” On-line ” di Entikong

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sediakan service elektronik manfaat memudahkan penerimaan berkaitan kepabeanan serta cukai dengan on-line di lokasi perbatasan Indonesia. Ini dikerjakan lewat peletakan mini ATM Mandiri di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kalimantan Barat.

Langkah ini adalah sisi dari perjanjian pemasangan 59 unit mini ATM Bank Mandiri pada th. ini untuk pembayaran Kepabeanan serta Cukai di Kantor-kantor Service Bea serta Cukai yang sudah ditunjuk oleh Ditjen Bea serta Cukai.

” Bank Mandiri mengharapkan bisa menyelesaikan sistem peletakan unit mini ATM di semua kantor service Bea Cukai pada bulan Desember 2017, ” kata Direktur Government & Institutional Bank Mandiri Kartini Sally dalam pernyataan resmi, Kamis (10/8/2017).

Terkecuali Entikong, mini ATM Mandiri juga akan ikut dipasang di pos perbatasan yang lain di Indonesia diantaranya seperti Nanga Badau, Motaain, Aruk, Motamasin, dsb.

“Layanan ini adalah implementasi prinsip perseroan untuk mempermudah orang-orang lakukan pembayaran cukai, pajak export serta import atau cost beda berkaitan Kepabeanan serta Cukai hingga turut menggenjot penerimaan negara, ” terang Kartini.

Sekarang ini Bank Mandiri sudah terdaftar jadi satu diantara bank persepsi Modul Penerimaan Negara Generasi ke-2 (MPN-G2), baik dalam mata uang Rupiah ataupun valuta asing dollar AS. Service perbankan perseroan juga sudah bisa dibuka orang-orang untuk pembayaran penerimaan negara dengan on-line.

Terkecuali mini ATM, Bank Mandiri sudah memberikan feature pembayaran cukai, pajak export serta import serta kepabeanan pada alat pembayaran non tunai Mandiri, yaitu lewat service e-Banking (mobile banking, internet banking, ATM Mandiri, serta Mandiri Kontan Management).

Hal semacam ini searah dengan program pemerintah berkaitan Pergerakan Non Tunai (Cashless Society) di semua Kementerian serta Instansi. Bank Mandiri sudah memfasilitasi pembayaran penerimaan negara sejumlah 3, 82 juta transaksi pada periode Januari sampai Juli 2017 sejumlah lebih dari Rp 216, 83 triliun. Nyaris 49 % adalah transaksi penerimaan negara berkaitan pajak.